Untitled

Di sudut ruangan, di sebuah meja kerja

Terpaku menatap layar

Entah apa hendak dicari

Diam, tanpa suara

Sesekali tedengar decitan saat jemari menari di atas keyboard

Aneh, masih betah saja dia di sana

Bukankah ini saatnya pulang?

Menjemput peluk kasih keluarga di rumahnya

Bukankah senja telah beranjak?

Dan perlahan cahayanya menghilang dibalik cakrawala

Hei, hari telah gelap

Cepatlah kau pulang!

Adik kecilmu menuggu untuk dibelikan es krim

Ayah tercintamu juga menunggumu

Apalagi ibumu yang selalu membukakan pintu, tersenyum

Oh ya, tumpukan novelmu pun menunggu untuk dibaca

Lekas pulang manis

Cintamu menunggu di peraduan kasih sayang

Menanti dengan setia kedatanganmuImage

Pulanglah ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: