Can you feel it?

huruf kecil

1.

kami bersandar merapatkan punggung masing-masing
pada dinding.

ia tiba-tiba bertanya:
untuk apa dinding diciptakan?

dinding, kataku, dibuat untuk memisah-misahkan.
yang satu jadi dua atau jadi bilangan-bilangan berlainan,
jadi kawan dan lawan,
jadi ada aku jadi ada kau.

sebab, sesungguhnya, sebelum ada dinding,
segala sesuatu hanya satu. hanya satu.

aku bangkit dan membuka daun-daun jendela.
di luar, hujan diguyurkan pada pohonan dan jalanan.

ia memandangku dengan keheranan yang tak biasa,
seolah matanya berkata aku sedang tak waras.

2.

ia berdiri dan berjalan menuju jendela,
melihat hujan yang membuat orang gegas berjalan,
dan rumput-rumput bergigilan.

setelah dinding-dinding didirikan, kataku,
orang-orang membuat cela, membuat jendela.

untuk apa, tanyanya.

untuk mengantarkan uap hujan dan jari-jari angin.
untuk menghasilkan cuaca dingin

ia masih berdiri di ambang jendela menghadap ke luar,
mengamati hujan dan para pejalan.
aku berdiri di dekatnya, bersandar di dinding menghadap ke dalam,
menunggu pertanyaan lain ia lontarkan,
tetapi ia hanya diam.

View original post 76 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: